Wisata Edukasi Dekat Belmont Residence Jakarta Barat

Menghabiskan waktu bersama keluarga tentu menjadi sebuah kebutuhan demi menjalin kedekatan dengan orang-orang yang Anda cintai. Banyak aktivitas yang bermanfaat untuk tujuan ini, salah satunya dengan berwisata. Bila Anda bertempat tinggal di sekitar Meruya Ilir Jakarta Barat, wisata edukasi dekat Belmont Residence berikut bisa jadi alternatif.

Kebanyakan orang mengira berwisata hanya soal senang-senang, menghabiskan waktu, dan juga uang. Tapi dengan berwisata ke tempat yang bernilai edukasi Anda mendapat dua keuntungan sekaligus, yakni melepas penat dari rutinitas keseharian dan juga menambah pengetahuan. Di bawah ini rekomendasi museum yang bisa Anda datangi bersama teman atau keluarga.

Museum sebagai tujuan wisata edukasi dekat Belmont Residence Jakarta Barat

Museum Seni Rupa dan Keramik

Photo credit: tripadvisor.com
Photo credit: tripadvisor.com

Museum Seni Rupa dan Keramik dikhususkan menampilkan karya seni rupa dan keramik tradisional Indonesia. Museum ini berada di sisi timur Fatahillah Square, berdekatan dengan Museum Wayang dan Museum Sejarah Jakarta.

Bangunan museum Seni Rupa dan Keramik awalnya dibangun pada 12 januari 1870 dan digunakan sebagai mahkamah agung yang dikenal dengan nama Paleis van Justitie. Selama penjajahan Jepang, gedung digunakan oleh KNIL dan setelah kemerdekaan Indonesia, digunakan sebagai asrama militer Indonesia dan gudang logistik. Pada tahun 1967, gedung ini digunakan sebagai kantor walikota Jakarta Barat. Gedung ini secara resmi menjadi Museum Seni Rupa setelah diresmikan oleh presiden Soeharto pada 20 Agustus 1976.

Berlokasi di Jl. Jl. Pos Kota No 2, Jakarta Barat, museum memajang berbagai karya seni rupa tradisional Indonesia, juga lukisan dari para pelukis Indonesia seperti Raden Saleh dan Affandi. Ditampilkan juga keramik tradisional dan keramik kontemporer dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada juga koleksi keramik dari China,Thailand, Vietnam, Jepang, dan Eropa.

Museum Tekstil Jakarta

Photo credit: jktgo.com
Photo credit: jktgo.com

Museum Tekstil berada di area Palmerah, Jakarta Barat, menjadi satu dari sekian banyak destinasi wisata edukasi dekat Belmont Residence. Museum ini menjadi rumah bagi aneka tekstil dari berbagai pulau di Indonesia. Museum merupakan institusi pendidikan budaya dengan misi menjaga konservasi tekstil tradisional.

Tekstil telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sebagai elemen pakaian dan garmen, juga objek ritual dan seremonial. Tekstil memiliki aspek budaya Indonesia yang sangat kaya. Tekstil juga menjadi jendela menuju sejarah lokal Indonesia.

Baca lebih lanjut tentang sewa apartemen murah di Jakarta Barat.

Sebagai usaha untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap tradisi tekstil Indonesia dan mendorong partisipasi dalam melestarikan warisan nasional ini, Museum Tekstil Jakarta selalu memberikan informasi dan edukasi melalui penyelenggaraan pameran, seminar, workshop, penelitian, dan publikasi.

Gedung Museum Tekstil dibangun pada awal abad 19. Awalnya bangunan merupakan rumah pribadi seorang berkebangsaan Perancis. Gedung kemudian dijual ke Abdul Aziz Al Mussawi al Musa Khadim, seorang berkebangsaan Turki. Pada tahun 1942, gedung kembali dijual ke Karel Cristian Cruq.

Gedung dulunya digunakan sebagai markas Barisan Keamanan Rakyat selama perjuangan kemerdekaan. Pada tahun 1947 bangunan museum menjadi milik Lie Sion Phin yang menyewakannya ke departemen sosial dan dimodifikasi menjadi institusi untuk para manula. Setelah itu gedung diserahkan ke pemerintah kota dan pada 28 Juni 1978 diresmikan menjadi Museum Tekstil oleh ibu Tien Soeharto.

Museum Wayang

Museum wayang berada di Kota Tua. Museum ini menjadi satu dari beberapa museum dan galeri yang menghadap Fatahillah Square, termasuk Museum Sejarah Jakarta dan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Bangunan museum mencakup situs gereja yang dibangun pada tahun 1640, di bawah nama Old Dutch Church. Di tahun 1732, gereja di renovasi dan namanya berganti menjadi New Dutch Church. Karena gempa bumi di tahun 1808, gereja hancur dan dibangun kembali di tahun 1912. Awalnya fungsi bangunan sebagai gudang penyimpanan milik Geo Wehry & Co. Gedung kembali direnovasi dengan gaya arsitektur Belanda pada tahun 1938.

Berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Jakarta Barat, Museum Wayang memiliki koleksi berbagai jenis wayang seperti wayang kulit Jawa dan wayang golek Sunda. Ada juga koleksi wayang dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Suriname, China, Vietnam, Perancis, India, dan Kamboja. Museum juga memamerkan alat musik gamelan serta lukisan wayang. Teater wayang dan workshop pembuatan wayang diadakan secara periodik di museum ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *